Luqmanul Hakim berkata: “Wahai anaku! Tiga akhlak yang baik tidak bisa diketahui keculai dalam tiga keadaan:
1. Tidak dikenal sesorang itu ‘Halim’ (penyantun) kecuali ketika marah
2. Tidak dikenal seseorang itu ‘Syuja‘ (pemberani) keculai diwaktu perang (menghadapi bahaya)
3. Tidak dikenal ‘Akhuka‘ (siapa sebenernya saudaramu), keculai ketika sedang perlu.
Umar (RA) berkata: “Ada tiga hal yang bisa menanamkan benih cinta pada dada saudaramu:
a. Selalu yang pertama memberikan salam
b. Membarikan tempat duduk ketika dalam suatu majlis
c. Memanggilnya dengan panggilan yang disenanginya
Said bin Waqas (RA) berkata: “Wahi anaku! Kalau engkau mencari kekayaan (ingin jadi kaya), maka carilah dengan ‘qana’ah‘ (keridhoaan, kecupkupan), karena ia harta yang tidak akan sirna (hilang), hati-hati jangan ‘toma’ (greedy, serakah), karena ia merupakan kefakiran yang kini (kamu akan merasa miskin terus).
Imam Syafi’e berkata:
Janganlah engkau sering meminta kepada anak Adam (manusia)
Mintalah kepada Yang pintunya tidak pernah tertutup (Allah SWT)
Allah itu marah kalau tidak diminta-Nya
Sedangkan anak Adam itu suka marah kalau kamu (sering) meminta
Sy’abi RH berkata: “Hawa (mengiktui hawa nafsu), dikatakan ‘hawa’ (jatuh kebawah), karena ia menjatuhkan orang yang suka melempiaskan hawa nafsunya’.
Rabi (RH) berkata: “Andaikan dosa-dosa itu bisa tercium baunya, maka tidak akan ada orang yang mau mendekati orang lain.”
Ibnu Jauzi (RA) berkata: “Coba renungkan ketika anda merasakan lezatnya dosa. Lalu kelezatan itu hilang, sedangkan hisabnya (siksaannya) akan tetap. Lalu coba renungkan kepahitan (penderitaan) ketaatan, kepahitan itu hilang, sedangkan pahalanya tetap langgeng (forever)









